GAMBARAN UMUM
02 November 2015

Balitbangda Provinsi Jambi berdasarkan Tugas dan Fungsinya yaitu melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti; penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, perekayasaan, dan pengoperasian.
Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi terhadap hipotesis dibidang Iptek terkait dengan penyelengggaraan Pemerintahan Daerah.


Pengembangan adalah kegiatan Iptek yang bertujuan memanfaatkan teori ilmu pengetahuan yang terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi, manfaat, dan aplikasi Iptek yang telah ada, atau menghasilkan teknologi baru yang terkait dengan Pemerintahan Daerah. Pengkajian adalah penelitian terapan yang bertujuan memecahkan permasalahan yang sedang berkembang (isu aktual) yang dilakukan untuk mencapai tujuan jangka menengah berskala mikro  dalam penyelengggaraan Pemerintahan Daerah.


Penerapan adalah pemanfaatan hasil penelitian, pengembangan Iptek yang telah ada kedalam kegiatan perekayasaan, inovasi serta fungsi teknologi yang terkait dengan penyelengggaraan Pemerintahan Daerah. 


Perekayasaan adalah kegiatan penerapan Iptek atau inovasi dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai, produk yang berkualitas dengan mempertimbangkan keterpaduan perspektif atau konteksteknikal, fungsional, bisnis, sosial budaya dan estetika dalam suatu kelompok kerja fungsional yang terkait dengan penyelengggaraan Pemerintahan Daerah. Pengoperasian adalah kegiatan yang meliputi uji pelaksanaan rekomendasi, evaluasi, desiminasi untuk efektifitas dan efisensi suatu alternatif kebijakan/program yang terkait dengan penyelengggaraan Pemerintahan Daerah.
Untuk mencapai optimalisasi kinerja kelembagaan Balitbangda Provinsi Jambi didukung oleh upaya peningkatan kapasitas kelembagaan, ketatalaksanaan dan sumber daya manusia.

Disamping itu sumber daya organisasi kelembagaan Balitbangda Provinsi Jambi juga didukung oleh organisasi lain yang secara fungsional berada di bawah Balitbangda Provinsi Jambi adalah sbb : Dewan Riset Daerah (DRD), Forum Komunikasi Kelitbangan Daerah (FKKD), Operasional Jaringan Penelitian Daerah (Jarlitda), Sistem Inovasi Daerah (SIDa), Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Balitbangda Provinsi Jambi, Operasional Kelembagaan Sentra Promosi dan Pemasaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sentra Promptek), Komisi Daerah Plasma Nutfah (KDPN) Provinsi Jambi, Perumusan Naskah Akademik dan Pengkajian Perda dan Pergub serta Penyebarluasan Hasil Litbang melalui Jurnal Khazah Intelektual.
Kegiatan Litbang dalam konteks kebijakan daerah dapat digambarkan ke dalam 4 faktor kunci fungsi kelitbangan daerah yaitu;

1) Mengenali masalah dan mengidentifikasi isu-isu,

2) pemahaman isu-isu kunci,

3) mendukung rencana aksi yang terpilih dan

4) mengevaluasi kemajuan suatu program.

Berdasarkan 4 faktor kunci tersebut diharapkan  dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman untuk memberikan bukti-bukti dan informasi kepada kebijakan kepala daerah (decision maker) dan mendukung pengembangan pelayanan publik serta menemukan dan menguji ide-ide baru dalam rangka memperbaiki inovasi penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 

Secara kelembagaan, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) sebagai Lembaga Teknis merupakan unsur pendukung tugas Pimpinan Daerah dalam setiap tahapan penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan. Keberadaan Badan Litbang memiliki peran yang sangat strategis dalam proses penyelenggaraan program Pemerintahan Daerah, yakni: 

Peran diawal, memberikan input dalam proses penyusunan langkah-langkah atau kebijakan strategis daerah ke depan yaitu; mengidentifikasikan permasalahan dan kebutuhan masyarakat, mempersiapkan data untuk perencanaan pembangunan daerah, penyusunan skala prioritas pembangunan atau kebijakan strategis, dan asumsi-asumsi terhadap dampak pembangunan/kebijakan strategis serta evaluasi kebijakan sebelumnya untuk disempurnakan.Peran ditengah, memberikan berbagai input/rekomendasi dalam rangka implementasi program-program  daerah yang tengah berjalan. Hal ini berguna, baik sebagai kontrol maupun katalisator dalam pencapaian sasaran program. 

Peran diakhir, memberikan input dan penilaian terhadap hasil pelaksanaan program sebagai bentuk evaluasi, sehingga dapat dijadikan acuan bagi pelaksanaan program selanjutnya.

PENCARIAN

GALERI KEGIATAN