HASIL PENELITIAN TAHUN 2017
06 Juni 2018

EXECUTIVE SUMMARY

STRATEGI PENGEMBANGAN DISTRIBUSI BERAS LOKAL BERLABEL

DI PROVINSI JAMBI

 

Beras merupakan komoditas strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Distribusi beras sangatlah penting sebagai salah satu aspek ketahanan pangan. Distribusi yang lancar tentu saja akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan beras sebagai bahan pangan. Keberadaan 18 beras lokal berlabel tersebut kurang dikenal dan diminati masyarakat Provinsi Jambi, ditambah lagi sulitnya ditemui beras lokal berlabel tersebut di pasaran. Penelitian ini bertujuan 1) untuk melihat gambaran umum usaha beras lokal berlabel di Provinsi Jambi, 2) Mengidentifikasi pola distribusi komoditas beras lokal berlabel di Provinsi Jambi, dan 3) menganalisis strategi pengembangan distribusi beras lokal berlabel di Provinsi Jambi.  Penelitian dilakukan secara purposive di empat (4) kabupaten/kota yang merupakan sentra produksi padi di Provinsi Jambi (Kabupaten Kerinci, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Kota Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan analisis Deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan secara umum usaha beras lokal berlabel di Provinsi Jambi masih menemui kendala dan butuh pembenahan lebih lanjut. Distribusi beras lokal berlabel di Provinsi jambi terdapat dua pola utama, yaitu pola I yang melibatkan beberapa lembaga pemasaran: penggiling, pedagang besar, pengecer dan konsumen. Sedangkan pola II khusus hanya terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yaitu dari penggiling langsung ke penyalur dan diteruskan ke tangan konsumen (Pegawai Negeri Sipil). Diperlukan mekanisme distribusi beras yang efisien melalui ketersediaan beras dalam kondisi tepat jumlah dan tepat waktu di setiap daerah sesuai dengan pola kebutuhan masyarakat.

 

 

EXECUTIVE SUMMARY

KAJIAN DAN EVALUASI BENIH KELAPA SAWIT BERKUALITAS

DI PROVINSI JAMBI

Penelitian/Kajian dan Evaluasi Benih Kelapa Sawit Berkualitas di Provinsi Jambi, merupakan penelitian mendukung pengembangan kebijakan Pemerintah Daerah provinsi Jambi dalam mengatasi kendala pengembangan kelapa sawit rakyat di Jambi. Penelitian bertujuan mengetahui kondisi eksisting perbenihan kelapa sawit pada perkebunan rakyat di Provinsi Jambi, mengetahui tingkat penggunaan benih kelapa sawit berkualitas pada perkebunan rakyat di Provinsi Jambi dan menyusun strategi peningkatan penggunaan benih kelapa sawit unggul berkualitas pada perkebunan rakyat  di Provinsi Jambi. Penelitian dilakukan pada tahun 2017 dengan melakukan survey lapang/pengambilan data primer dan pengunaan data sekunder yang dilakukan di beberapa Kabupaten terpilih sebagai sentra pengembangan komoditas tanaman sawit seperti Tanjung Jabung Barat, Merangin dan Bungo. Penelitian melibatkan beberapa desa terpilih dengan petani sebagai objek interview lebihdari 200 orang serta dilakukan FGD di tingkat kabupaten. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penggunaan benih kelapa sawit berkualitas (unggul bersertifikat) di Provinsi Jambi selama tahun  2010 s/d  2015 termasuk dalam ketegori rendah yaitu sebesar 30,66%. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya penggunaan benih kelapa sawit unggul berkualitas pada Perkebunan Rakyat di Provinsi Jambi antaralain :1) Pengetahuan petani tentang perbenihan kelapa sawit unggul berkualitas masih rendah, 2) Kurang tersedianya benih kelapa sawit unggul berkualitas, 3) lemahnya modal usaha yang dimiliki petani 4) Kelembagaan perbenihan masih lemah, 5) Penerapan peraturan perundang-undang perbenihan di daerah masih lemah. Sehingga diperlukan strategi peningkatan penggunaan benih kelapa sawit unggul berkualitas pada perkebunan rakyat di Provinsi Jambi melalui:  peningkatan pengetahuan petani tentang teknis dan prosedur untuk mendapatkan benih kelapa sawit unggul berkualitas melalui sosialisasi institusi pembina perbenihan dan meningkatkan  program kerjasama yang telah diluncurkan produsen benih, pembentukan kelompok tani untuk mempemudah akses informasi, penyediaan benih dan permodalan; penguatan modal usahatani melalui pemanfaatan dana pungutan ekspor CPO, Perbankan dan Dana Desa untuk mendukung kegiatan  replanting kelapa sawit tua/kurang produktif ; membentuk dan/ memperkuat kelembagaan perbenihaan perkebunan dan meningkatkan kerjasama penyediaan benih dengan produsen benih unggul kelapa sawit berkualitas; serta penyusunan road map rencana strategis penyediaan bibit kelapa sawit unggul disetiap kabupaten dalam jangka waktu tiga tahun.

Kata kunci: Perbenihan, KelapaSawit, Kebijakan Daerah

 

 

PENCARIAN

GALERI KEGIATAN